Kemenakertrans: 12,475 Perusahaan melanggar Norma Keselamatan Kerja (Data 2013)

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi merilis data pada tahun 2013, sedikitnya 12.475 perusahaan melanggar norma Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Dari jumlah tersebut sebanyak 12.657 perusahaan telah melaksanakan norma K3 pasca penerbitan nota peringatan pertama dan kedua. Sementara itu, sebanyak 88 perusahaan sisanya tetap melakukan pelanggaran, sehingga dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan diproses lebih lanjut oleh kepolisian untuk diajukan ke pengadilan.Dari 88 perusahaan tersebut, sebanyak 45 berkas perusahaan masih dalam proses di pengadilan. Untuk penyelidikan dan pemeriksaan kasus pelanggaran sebanyak 43 perusahaan dan sisanya sudah dibekukan oleh kepolisian (SP3).

Jumlah perusahaan pelanggar aturan norma kerja dapat dikatakan meningkat tajam. Sebelumnya pada tahun 2011, Kemenakertrans menyebutkan bahwa jumlah perusahaan yang melakukan pelanggaran aturan ketenagakerjaan dan norma K3 mencapai 3.848 perusahaan. selain itu, menurut data Kemenakertrans pada tahun 2011, jumlah perusahaan yang mendapat peringatan berupa nota pemeriksaan tahap 1 sebanyak 7.468 perusahaan dan jumlah perusahaan yang mendapat peringatan keras berupa nota pemeriksaan tahap 2 berjumlah 1.472 perusahaan.

Dari kedua data diatas, kita bisa melihat bahwa perusahaan pelanggar aturan ketenagakerjaan semakin meningkat jumlahnya setiap tahun. Hal tersebut bisa dikaitkan juga dengan peran pengawasan ketenagakerjaan melalui pegawai pengawas ketenagakerjaan. Menurut data Kemenakertrans, saat ini jumlah pengawas ketenagakerjaan tercatat sebanyak 2.384 orang, untuk menangani sekitar 216.547 perusahaan. Para pengawas ketenagakerjaan yang saat ini tengah bertugas terdiri dari Pengawas umum, 1.460 orang, Pengawas spesialis 361 orang, Penyidik Pegawai Negeri Sipil 563 orang. Suatu jumlah yang belum cukup memadai dibandingkan dengan jumlah perusahaan yang ada.

Sumber :Situs http://www.depnakertrans.go.id, Pikiran Rakyat Online (16 Januari 2014) diunduh pada 4 Agustus 2014

SHARPS Cautiously Welcomes Samsung’s Apology

SAMSUNG Akhirnya meminta maaf dan Mengakui bahwa para buruh yang terkena Leukimia diduga merupakan penyakit akibat kerja

Stop Samsung - No More Deaths!

Image On May 13, 2014, Samsung Electronics Co., Ltd. vice chairman and CEO Kwon Oh-hyun made a public apology to the victims of the company’s leukemia cluster. Source: News1/The Hankyeoreh

Samsung Electronics Co.. Ltd. has finally made a public apology to the victims of a leukemia cluster at its chip plants and promised compensation for them—seven years after the SHARPS campaign borne out of the death of Hwang Yu-mi, the first publicly known victim of the cluster, and six months after stalled negotiations with the victims’ families and the advocate group.

Apology without Concession

In a cautiously worded statement May 13, Samsung vice chairman and CEO Kwon Oh-hyun said the world’s biggest technology company should have sought a solution sooner, but stopped short of conceding a direct link between the company’s lax safety measures and the outbreak of leukemia and other blood diseases among workers at its chip plants.

Mr. Kwon…

View original post 716 more words

Pelatihan Pengorganisasian (khusus perempuan) 24-26 April 2014

2014-04-26 12.37.31

 

Pada 24-26 April 2014 lalu, IndustriALL Union Building Project bekerjasama dengan afiliasi IndustriALL di Indonesia melaksanakan pelatihan pengorganisasian (Organising Training). Pelatihan  diikuti oleh 30 orang buruh perempuan dari berbagai afiliasi IndustriALL. Dalam pelatihan ini para peserta diperkenalkan tentang pengorganisiran, strategi pengorganisiran, serta memilih isu-isu apa saja yang mudah dan dapat diorganisir di tempat kerja. Selain itu isu pengorganisiran juga terkait erat dengan bagaimana merekrut anggota baru yang belum berserikat (misal buruh kontrak atau outsourcing) atau juga bagaimana anggota yang sudah ada dapat turut aktif dalam seluruh kegiatan serikat buruh sehari-hari.

Dalam bagian akhir pelatihan, para peserta berlatih untuk melakukan pengorganisiran dengan melakukan pendekatan satu persatu kepada target orang yang diorganisir. Role play atau berlatih peran ini cukup menarik dan memberikan gambaran sederhana bagaimana melakukan pengorganisasian yang sebenarnya. Di bagian rencana aksi, para peserta berbagi rencana pengorganisasian yang akan dilakukan setelah pelatihan.

2014-04-26 08.57.13

 

 

 

 

 

 

 

 

Selamat Berlatih dan Belajar ya Kawan-kawan…

 

Global Release of Galaxy 4S Overshadowed By Bloomberg Businessweek’s Report on Leukemia Crisis

Stop Samsung - No More Deaths!

Image

On April 10, the day when Samsung unveiled the Galaxy S5, Bloomberg Businessweek ran “Samsung’s War at Home,” an extensive report highlighting the leukemia cluster at the world’s biggest technology company and SHARPS’s advocacy efforts for the victims.  The following is the link:  

http://www.businessweek.com/articles/2014-04-10/deaths-at-samsung-alter-south-koreas-corporate-is-king-mindset

View original post

Perlindungan menyeluruh hak-hak reproduksi buruh perempuan sekarang juga!

8 Maret 2014, Bundaran HI Jakarta,

Seratusan orang buruh perempuan berkumpul di Bundaran HI, siang itu mereka berencana untuk menggelar aksi damai perayaan International Women’s Day yang jatuh setiap tanggal 8 Maret. International Women’s Day diperingati oleh seluruh perempuan di dunia sejak tahun 1900 an. Perayaan ini mempunyai tema utama untuk menghentikan segala bentuk diskriminasi bagi perempuan.

Pada perayaan kali ini Komite Perempuan IndustriALL mengangkat tema tentang perlindungan menyeluruh terhadap hak-hak reproduksi buruh perempuan. Komite Perempuan juga menyampaikan dukungan dan solidaritas atas perjuangan buruh perempuan di Kamboja atas kondisi kerja dan upah yang layak.

2014-03-08 14.52.332014-03-08 15.47.14

Collective Bargaining Training: 6-8 Maret 2014

2014-03-08 11.07.52 2014-03-08 12.50.28

 

IndustriALL Union Building Project bekerjasama dengan IndustriALL Indonesia Council menyelenggarakan pelatihan “Collective Bargaining”. Pelatihan ini diikuti oleh 29 peserta dari serikat buruh yang merupakan perwakilan dari afiliasi IndustriALL di Indonesia. Pelatihan ini memberikan pemahaman kepada peserta pelatihan bagaimana konsep Perjanjian Kerja Bersama yang utuh yang merupakan gabungan dari hak dan kepentingan buruh. Pelatihan juga mendorong peserta untuk memasukkan intisari standar-standar internasional dalam PKB masing-masing.