Pelatihan Standar-Standar Perburuhan Internasional, Surabaya 27-29 Juni 2013

MNC Training, Surabaya, 27-29 Juni 2013

 

IndustriALL bekerjasama dengan 11 ┬áafiliasi IndustriALL di Indonesia menyelenggarakan pelatihan standar-standar perburuhan internasional. Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang dari berbagai serikat buruh di perusahaan multinasional dan perusahaan lokal. Pelatihan dilaksanakan di Hotel Halogen pada 27-29 Juni 2013. Salah satu topik utama yang dibahas dalam pelatihan ini adalah bagaimana menggunakan standar-standar perburuhan internasional kedalam Perjanjian Kerja Bersama kita. Standar-standar internasional tersebut antara lain Konvensi ILO, Pedoman OECD bagi perusahaan multinasional, Global Compact PBB, ISO 26000 dan Perjanjian Global. Untuk bahan-bahan pelatihan silakan di download di page “Bahan Pelatihan & Video”. Selamat Belajar ya Kawan ­čÖé

Kesehatan di Tempat Kerja

Beberapa penyebab utama gangguan kesehatan dalam pekerjaan;

  1. Debu ; Jika terhirup, mempengaruhi paru-paru sehingga menyebabkan pneumokoniosis (radang paru-paru). Debu-debu tertentu menimbulkan penyakit khusus. Asbes menimbulkan asbetosis, silika menimbulkan silikosis dan juga debu batubara menimbulkan radang paru-paru
  2. Racun; Racun yang telah dicerna; dapat mempengaruhi organ tubuh mana saja, tubuh menyerap sejumlah racun dengan sangat cepat, tidak perlu dimuntahkan dengan cara dipancing karena dapat menyebabkan kerusakan yang lebih besar ketimbang racun itu sendiri.
  3. Zat Pelarut; masuk kedalam tubuh melalui asupan cairan, hirupan asap, penyerapan melalui kulit. Zat pelarut dapat menimbulkan; efek narkotika (bius) pada sistem saraf, efek racun pada organ-organ seperti hati, ginjal dan sumsum tulang, efek iritasi melalui penghancuran lemak kulit.
  4. Korosif; asam dan alkali, menghancurkan jaringan tubuh, dapat diencerkan dengan memberi banyak air.
  5. Karsinogen; menyebabkan kanker pada organ-organ, termasuk; paru-paru melalui hirupan serat abses, hati, kandung kemih.
  6. Gas; karena sifatnya beracun dari gas atau asap yang terhirup, misalnya Khlorin, karbon monoksida, hidrogen sulfida, dsb
  7. penyakit dari logam; penyakit dengan tingkat keparahan yang beragam dapat disebabkan oleh eksposur terhadap logam-logam seperti; timbal, merkuri, kromium, arsenik, mangan, nikel, kadmium, vanadium.
  8. Radiasi Ionisasi; dipancarkan oleh material-material radioaktif, merusak sperma dan sel darah putih, mual, muntah, pingsan dan kematian.
  9. Kebisingan; pengaruh utamanya adalah kehilangan pendengaran akibat imbas bising (noise induced hearing loss), kebisingan yang berlebihan dapat menyebabkan kepenatan (fatigue) dan disorientasi
  10. Panas dan Lembab; bekerja pada temperatur dan tingkat kelembaban yang tinggi dapat menyebabkan kejang/kram, stroke panas dan kelelahan.
  11. Mikro-organisme; sejumlah mikro organinisme yang mengganggu; Virus (Hepatitis A, B, dan AIDS), Bakteri (antraks, legionela, leptospirosis, tetanus, dsb
  12. Asma; merupakan penyakit industri, disebabkan oleh beberapa jenis material, termasuk; isosianat, uap kolofon, debu kayu atau tepung, hewan dan serangga di dalam laboratorium, bahan pematang resin.
  13. Tekanan/Stress; reaksi psikologis terhadap faktor-faktor yang berada diluar kendali manusia, seperti; tuntutan pekerjaan berada diatas atau dibawah kemampuan, lingkungan kerja, hubungan dengan sesama pekerja atau organisasi.

 

Sumber : Ikhtisar Kesehatan dan Keselamatan Kerja; John Ridley; Penerbit Erlangga

Basic Training, Makassar 21-23 MAY 2013

DSC02773Basic Training, Makassar 21-23 May

Sebanyak 30 orang pengurus serikat buruh di Makassar mengikuti Pelatihan Basic Training yang dilaksanakan di Hotel Baji Gau, Makassar.Para peserta merupakan perwakilan dari afiliasi IndustriALL di Indonesia. Pelatihan kali ini memberi fokus utama pada penguatan teknik Perjanjian Kerja Bersama dan mengenali dan mendapatkan laporan keuangan perusahaan.” Informasi mengenai laporan keuangan perusahaan ini adalah informasi baru buat kami” Ujar Zainudin, salah satu pengurus serikat buruh dari sebuah perusahaan multinasional di Nusa Tenggara.

Mengetahui dan Memahami Standar-Standar Perburuhan Internasional di Tempat Kerja

DSC02508

Pelatihan Standar-Standar Perburuhan Internasional, Jakarta, 24-26 Maret 2013

 

Apa yang terpikir dalam benak kawan-kawan ketika mendengar tentang “standar-standar perburuhan internasional”? Layaknya sebuah aturan hukum perburuhan internasional, standar-standar ini dapat digunakan untuk menjadi landasan serikat buruh dalam menjalankan aktivitas berserikatnya sehari-hari. Sebut saja beberapa standar perburuhan internasional seperti Konvensi ILO termasuk didalamnya Konvensi 87 dan 98 yang menjamin hak berserikat dan berunding bersama, Pedoman OECD bagi perusahaan Multinasional, Global Compact PBB, Perjanjian Global antara Perusahaan Multinasional dengan Serikat Buruh Internasional, dan ISO 26000 tentang tanggung jawab sosial perusahaan (biasa kita sebut CSR). Sekilas aturan hukum perburuhan internasional yang sudah disebutkan tadi terasa “tinggi” dan “sulit ” untuk diterjemahkan dalam aktivitas serikat, namun dengan memahami inti dari standar-standar tersebut kita dapat dengan mudah menerapkannya.

Apakah perusahaan harus memberikan laporan keuangan perusahaan kepada serikat buruh? Berapa keuntungan perusahaan? Apakah upah kita rahasia? Apakah Lembur yang kita lakukan selama ini bisa diartikan “Kerja Paksa”? Apakah sebagai serikat buruh ┬ákita enggan dan menutup mata untuk mengorganisir buruh kontrak dan outsourcing di tempat kerja? Tahukah kita, bahwa serikat buruh mempunyai hak untuk dimintai pendapatnya apabila perusahaan ingin melakukan PHK, mempekerjakan buruh kontrak/outsourcing, atau menggunakan mesin-mesin baru? Apakah Perjanjian Kerja Bersama kita berisi terlalu banyak sanksi kepada anggota serikat? Apakah iuran kita sudah baik ke Federasi? Apakah kita lebih memilih beli ┬árokok daripada membayar iuran serikat buruh?:D ho..ho…ho….

Adalah Pelatihan Standar-Standar Perburuhan Internasional yang dilaksanakan oleh IndustriALL bekerjasama dengan IndustriALL Indonesia Council, berupaya untuk memperkenalkan dan memahami intisari dari standar-standar perburuhan internasional. Pelatihan tersebut mencoba menjawab pertanyaan tersebut diatas. Pelatihan ini telah diselenggarakan sejak tahun 2008 dengan target penuh para pengurus serikat buruh di perusahaan multinasional. Bagi kawan-kawan yang belum mempunyai kesempatan untuk mengikuti pelatihan tersebut, Anda┬ábisa mengunduh materi pelatihan dalam page dari blog ini yaitu “Bahan Pelatihan”. Sila dipergunakan seluas-luasnya demi kemajuan dan kejayaan buruh Indonesia.

 

Salam,